Gaza,LiputanIslam.com-Serangan kapal patroli Israel 2 malam lalu ke perahu-perahu nelayan Gaza dan penahanan 6 dari mereka adalah peristiwa yang terjadi tiap pekan dalam berbagai bentuk.

Para nelayan Palestina di pesisir Gaza kerap menjadi sasaran tembakan dan penangkapan tentara Israel. Hal ini, ditambah blokade atas Gaza, kian menambah kesengsaraan mereka.

Lebih dari 4 ribu nelayan dan 1500 pekerja beraktivitas dalam bidang pekerjaan ini di Jalur Gaza.

Dari satu sisi, Gaza bertetangga dengan Tanah Pendudukan, dan di sisi lain berdekatan dengan Laut Mediterania.

Rezim Zionis sudah 11 tahun lebih memblokade Gaza. Mereka mengontrol dan membatasi keluar masuknya barang-barang dengan ketat.

Salah satu bentuk blokade adalah para nelayan Gaza hanya diizinkan mencari ikan sebatas 14 kilometer saja. Batas jarak yang sudah sangat minim ini pun kerap kali dikurangi oleh Israel.

Banyak nelayan Gaza yang menganggap batas jarak ini sangat tidak cukup untuk mencari ikan. Mereka juga marah karena Israel kerap menyerang atau menangkap para nelayan dalam batas jarak tersebut.

Naza Ayyash, ketua Asosiasi Nelayan Gaza, dalam wawancara dengan IRNA menyatakan, pekan lalu Rezim Zionis menangkap sejumlah nelayan, padahal mereka hanya berjarak satu kilometer dari pantai Gaza.

Ayyash mengatakan, patroli Israel berkali-kali mengepung perahu-perahu nelayan Gaza. Selain menyita perahu, Israel juga menahan para nelayan untuk diinterogasi.

Sekitar dua pekan lalu, lembaga HAM, Mizan, melaporkan bahwa sejak awal tahun 2018, Israel telah 231 kali melanggar hak-hak para nelayan Gaza.

Tekanan-tekanan atas para nelayan Gaza akhir-akhir ini menyebabkan hasil pencarian ikan menurun hingga 70 persen. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*