Islamabad,LiputanIslam.com-Salah satu anggota kerajaan Qatar diserang sekelompok warga desa di Balucestan, Pakistan. Dia diserang saat berburu burung langka yang berimigrasi.

Senin (16/1), Muhammad Yasir, salah satu pejabat lokal Pakistan, menyatakan bahwa tiga personel keamanan terluka dalam serangan ini. Namun pangeran Qatar itu tidak mengalami cedera.

Yasir mengabarkan, sebanyak 25 orang dituntut atas tuduhan terlibat dalam serangan ini.

Sumber-sumber di Qatar juga telah mengkonfirmasi terjadinya serangan ini.

Menurut polisi Balucestan, sejumlah tersangka, termasuk beberapa personel keamanan distrik ini, telah diidentifikasi dan sedang menjalani pemeriksaan.

Bulan lalu, sekelompok pemburu burung dari Emirat yang dipimpin Pangeran Syekh Shafi bin Zayid Al Nahyan, juga diserang kelompok bersenjata di daerah Panjgur, distrik Balucestan. Namun, mereka tidak mengalami cedera dalam serangan ini.

Tiap tahun, banyak orang Arab, khususnya kalangan pangeran negara-negara Teluk, datang ke Pakistan di musim dingin. Tujuan mereka adalah berburu burung langka bernama houbara bustard (chlamydotis undulata). Kendati mendapat penentangan dari warga lokal, mereka dengan mudah memperoleh izin berburu.

Berdasarkan surat izin ini, tiap pemburu hanya diperbolehkan berburu houbara dalam jumlah terbatas. Namun, ketika para pemburu ini datang ke gurun-gurun Punjab, Balucestan, dan Khyber Pakhtunkhwa sambil membawa elang-elang pemburu, mereka membunuhi houbara sesuka hati mereka.

Di tahun 2014, seorang pangeran Saudi memburu lebih dari 2000 ekor houbara secara ilegal. Padahal, burung ini termasuk jenis satwa yang dilindungi di Pakistan.

Populasi houbara menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga internasional perlindungan satwa liar memasukkan jenis burung ini dalam daftar merah. Mereka menyatakan houbara terancam kepunahan. Sebagian laporan menyebutkan, kini hanya sekitar 50-100 ribu houbara yang tersisa di dunia.

Persoalan ini memicu protes di dunia maya dan kalangan aktivis muda Pakistan. Mereka menuntut agar para pemburu Arab ini diusir dari negara mereka.

Baru-baru ini, distrik Khyber Pakhtunkhwa yang dipimpin partai oposisi, melarang pemburu Qatar berburu houbara di kawasan ini.

Sejumlah aktivis menyebut Nawaz Sharif, perdana menteri Pakistan, bersalah dalam persoalan ini. Mereka menuduh Sharif bersekongkol dengan anggota keluarga kerajaan Arab. Sharif pernah diasingkan selama tujuh tahun di Arab Saudi. Dia memiliki hubungan dekat dengan para keluarga kerajaan negara-negara Teluk. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL