ISIS-obamaBaghdad, LiputanIslam.com — Penasihat militer Amerika Serikat mengadakan pertemuan rahasia dengan kelompok teroris takfiri Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). “Tujuh panesihat militer AS bertugas untuk mengkoordinasikan operasi bersama tentara Irak, pasukan Kurdi, dan pasukan relawan. Namun mereka malah bertemu dengan pemimpin senior ISIS dengan bantuan suku-suku lokal setidaknya dua kali,” tulis medi Turki Yeni Shafaq, yang dikutip Al Alam (14/4/2016).

Harian tersebut menulis bahwa pertemuan pertama berlangsung di dekat kota Mosul pada 7 November 2015 dengan mediasi suku Shemr, dan pertemuan kedua terjadi di wilayah Haweija, provinsi Kirkuk, pada tanggal 3 Februari 2016.

Menurut Yeni Shafaq, awalnya perwira AS meminta bantuan pada suku Tahee, namun urung dilakukan karena suku ini memiliki hubungan yang dekat dengan Turki.

Dalam perkembangannya, sumber-sumber militer mengungkapkan bahwa Pasukan Delta AS melakukan operasi klandestin di Irak.

“CIA adalah dalang dari pengiriman rahasia pasukan khusus AS yang sekarang berada di Irak dengan nama Delta Force,” papar mantan perwira Angkatan Darat Irak Brigadir Jenderal Talal Abdel Rahman Al-Hamdani.

“Delta Force jumlahnya tidak banyak, dan mereka bersembunyi di antara kompleks pemukiman rakyat Irak. Mereka telah dilatih untuk membunuh tokoh-tokoh politik Irak dan melaksanakan operasi militer yang berbahaya,” tambah dia.

Sementara itu, komandan pasukan populer Irak mengecam AS dan sekutunya yang terus memberikan dukungan militer dan logistik untuk teroris ISIS di Irak.

“AS masih terus mendukung teroris di Irak. Pasukan kami telah mengumpulkan dokumen berupa foto dan video ketika AS memberikan pasokan. Kami telah memfilmkan ketika pesawat AS mengantarkan bantuan militer untuk ISIS yang tengah terkepung,” jelas juru bicara Gerakan Ansarullah al-Nujaba, Hashem al-Moussavi.

Sementara, anggota batalion Seyed al-Shohada Irak, Hassan Abdel Hadi, mengatakan bahwa pasukan populer Irak khawatir akan datangnya serangan susulan dari pesawat tempur AS.

“Saat pasukan populer mendapatkan kemajuan yang signifikan di kawasan yang dikontrol ISIS, ada kemungkinan pasukan AS akan menyerang untuk menghambat kami. Sayangnya, masih ada orang-orang di Irak yang bisa ditipu oleh koalisi pimpinan AS. Sesungguhnya Washington mendukung ISIS, dan tengah berusaha mengimbangi kekalahan yang diderita ISIS dengan menargetkan pasukan populer Irak,” tutup dia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL