Yerussalem,LiputanIslam.com—Palestina, bersama dengan Yordania dan Lebanon mengecam aturan pajak terbaru yang diterapkan oleh Israel di wilayah Yerussalem al-Quds. Kecaman ini dialamatkan pada Israel karena dianggap menargetkan gereja.

Senin kemarin (26/2), pemimpin jemaat Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerussalem al-Quds memilih untuk menutup tempat peribadatan mereka setelah Israel memberlakukan pajak serta aturan properti pada gereja tersebut. Padahal, gereja ini merupakan bangunan suci sekaligus bersejarah bagi umat Kristiani. Sebab, di tempat inilah  Yesus Kristus disalib, dikubur, dan nantinya akan dibangkitkan kembali.

Jubir pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani, mengatakan bahwa kebijakan pajak oleh pemerintah Israel ini telah mencederai undang-undang kemanusiaan dan internasional. Ia menyeru agar rezim Israel segera menarik kembali kebijakannya yang langsung menargetkan gereja di wilayah Yerussalem al-Quds tersebut.

Sementara itu, Menlu Lebanon, menyebut kebijakan Israel ini sebagai bagian dari upaya Israel untuk menegaskan statusnya atas kepemilikan wilayah Yerussalem al-Quds.

“Kebijakan sistematis Israel melawan gereja-gereja di tanah suci dan merusak kesucian masjid al-Aqsa merupakan ancaman terhadap kehadiran Islam dan Kristen di Yerussalem,” ucap Menlu tersebut.

“Serangan Israel terhadap situs suci di Yerussalem merupakan serangan langsung atas hukum dan konvensi internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Jubir pemerintah Palestina mengajak masyarakat internasional untuk segera menghentikan praktek sewenang-wenang Israel terhadap wilayah Yerussalem.

Israel telah mengklaim seluruh wilayah Yerussalem al-Quds sebagai bagian dari Israel. Meski begitu, komunitas internasional, melalui PBB, menilai bahwa klaim Israel itu keliru dan menyebut pendudukan Israel atas wilayah Yerussalem sebagai tindakan ilegal.

Kepercayaan diri Israel atas kepemilikan Yerussalem semakin tinggi pasca Presiden AS, Donald Trump, memberikan pengakuan secara internasional bahwa Yerussalem adalah ibu kota untuk Israel. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*