Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki.

Yerussalem,LiputanIslam.com—Rakyat Palestina telah bergerak maju untuk menemukan pihak yang bisa menggantikan posisi Amerika sebagai mediator konflik antara Palestina dan Israel. Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, Menlu Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan bahwa Rusia bisa menjadi mediator yang menengahi negosiasi antara kedua negara. Ia pun menyarankan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan Presiden Israel, Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan di Sochi atau Moskow.

“Kami benar-benar siap untuk melakukan perundingan dengan pihak ke tiga,” ucapnya dalam sebuah wawancara yang berlangsung pada Selasa kemarin (13/2). “Mungkin datang ke Sochi atau Moskow merupakan salah satu solusi yang tepat,” tambahnya.

Diplomat ulung Palestina menyarankan agar dubes Israel untuk Rusia segera mempertimbangkan saran tersebut dan memberikan reaksi yang positif.

Akhir Desember lalu, Presiden Amerika, Donald Trump, menyebabkan marahnya rakyat Palestina dan komunitas Internasional secara keseluruhan, melalui deklarasinya bahwa Yerussalem al-Quds adalah ibukota Israel, bukan Palestina.

Sehari sebelumnya, pada Senin, Mahmoud Abbas mengunjungi Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow untuk mendiskusikan mekanisme mediasi yang mungkin dilakukan untuk mengatasi konflik antara Palestina dan Israel.

Dalam pertemuan tersebut Abbas mengatakan bahwa Palestina telah menolak segala bentuk kerjasama dengan Amerika, termasuk mengakui negara itu sebagai mediator antara Palestina dan Israel. Ia menegaskan bahwa Palestina menentang keras deklarasi pengakuan yang sebelumnya dilontarkan oleh Amerika terkait Yerussalem al-Quds.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*