Ramallah,LiputanIslam.com-Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut rencana presiden Guatemala untuk memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds sebagai tindakan memalukan. Guatemala diminta untuk membatalkan rencana tersebut.

Dalam statemennya, Palestina menyatakan bahwa rencana Jimmy Morales bertentangan dengan kehendak para pemuka Kristen di Bait al-Maqdis dan resolusi PBB yang disahkan Kamis lalu (21/12).

Morales pada Minggu (24/12) dalam akun Facebook-nya menulis, ia memutuskan memindahkan kedubes Guatemala setelah berbicara dengan Benyamin Netanyahu.

Keputusan Morales disambut hangat oleh para pejabat Rezim Zionis. Namun lebih banyak mendapat kecaman dari banyak negara anggota PBB.

Guatemala dan Honduras termasuk dari sedikit negara-negara yang menolak resolusi PBB dalam mengecam Amerika dan Israel.

Resolusi PBB tersebut menuntut agar Amerika mencabut pengakuannya bahwa al-Quds merupakan ibukota Israel.

Amerika memberi banyak bantuan kepada Guatemala dan Honduras. Keputusan dua negara ini untuk mendukung Amerika diyakini lantaran ketakutan mereka terhadap ancaman Trump. Sebelum sidang umum PBB, Amerika mengancam akan menghentikan bantuannya kepada negara-negara yang menyetujui resolusi PBB. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*