Moskow,LiputanIslam.com-Alexei Panin, seorang pakar dari Rusia, dalam wawancara dengan radio Sputnik menyatakan, peringatan Iran soal penutupan Selat Hormuz harus dianggap serius.

Presiden Iran pada Selasa (3/7) lalu menanggapi ancaman AS yang menghendaki agar ekspor minyak Iran mencapai titik nol. Hassan Rouhani mengatakan,”AS mengklaim bisa menghalangi ekspor minyak Iran sepenuhnya. Tapi mereka tidak paham arti omongan ini, sebab mustahil minyak Iran tidak diekspor, sementara minyak lain di kawasan bisa diekspor.”

Sebelum ini, kemenlu AS menyatakan Washington akan meyakinkan para sekutunya untuk berhenti membeli minyak Iran sebelum November.

Panin, yang mengepalai perusahaan Urus Advisory, berpendapat bahwa ancaman Iran sangat serius. Menurutnya, Iran merasa terhina soal pelanggaran terhadap JCPOA dengan keluarnya AS dari kesepakatan ini.

“Sebab itu, Iran akan melakukan pembalasan. Secara umum, benturan kekerasan dengan Iran bukan ide yang bagus,”ujarnya.

Soal upaya AS untuk menghentikan ekspor minyak Iran, Panin menjelaskan bahwa jika itu terjadi, harga minyak akan naik dan negara-negara pembeli minyak akan dihadapkan dengan defisit anggaran. Negara penghasil minyak memang akan mendapat keuntungan, namun dengan melihat dampak-dampaknya, keputusan seperti ini belum diambil.

“Masalahnya adalah, jika terjadi konflik militer di Teluk Persia, dampak negatifnya jauh lebih besar daripada dampak positif kenaikan harga minyak,”pungkas Panin. (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*