LiputanIslam.com—Berdasarkan atas data yang diperoleh oleh The Associated Press, pembangunan pemukiman di wilayah kependudukan Israel di Palestina meningkat tajam seiring gencarnya dukungan yang diberikan oleh pemerintah AS, Donald Trump.

Angka-angka peningkatan ini terekam baik oleh organisasi pengamat pemukiman Peace Now yang menunjukkan bahwa pembangunan mengalami lonjakan yang sangat signifikan pada 2018.

Kebijakan pemerintah Trump yang dianggap terlalu dekat dan memihak Israel ini semakin membuat rakyat Palestina kehilangan kepercayaan mereka terhadap niat Amerika yang mengklaim dirinya mampu menjadi penengah atas konflik yang terjadi antara Israel-Palestina. Ketidakpercayaan ini semakin menguat, tentu saja, usai pemerintah AS mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kantor kedutaan AS untuk Israel ke wilayah itu. Bagi rakyat Palestina, rangkaian sikap keberpihakan pemerintah AS terhadap Israel ini akan semakin membuat cita-cita berdirinya negara Palestina akan semakin suram.

“Pemerintah Israel akan berpikir bahwa segalanya pasti diizinkan, mengingat pemerintah AS saat ini adalah pemerintah yang paling pro terhadap Israel,”ucap Hagit Ofran, anggota program Peace Settlement Watch, seperti dikutip al-Jazeera pada Rabu (2/1).

Data yang dikumpulkan oleh Peace Now menunjukkan adanya penurunan pembangunan pemukiman di daerah Palestina oleh Israel di masa-masa awal pemerintah Trump. Awalnya 3.066 unit menjadi 1.643 unit. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh aturan pemerintah AS sebelumnya, Barack Obama, yang berusaha menekan jumlah pembangunan di wilayah kependudukan. Tetapi, pada sembilan bulan pertama 2018, pembangunan mengalami lonjakan yang begitu tajam. Jumlahnya mencapai 6.712 unit rumah. Angka ini disebut sebagai angka tertinggi sejak 2013 silam.

Rakyat Palestina bersama mayoritas komunitas internasional menganggap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Israel di wilayah kependudukan sebagai tindakan ilegal dan akan semakin memperkeruh upaya perdamaian antar kedua negara. Sampai saat ini, lebih dari 400.000 penduduk Israel kini menetap di daerah kependudukan West Bank dan 200.000 lainnya di daerah Yerussalem. Rakyat Palestina yang berusaha untuk menjadikan kedua daerah itu sebagai wilayah Palestina ditangkap oleh otoritas Israel.(fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*