Damaskus,LiputanIslam.com—Pasukan militer Turki, dilengkapi dengan 12 mobil militer bersenjata lengkap, mulai melakukan aksi kampanye militer memasuki wilayah Suriah. Kantor berita Turki melaporkan pada Jum’at (13/10) bahwa pasukan militer tersebut telah menyeberangi perbatasan Turki-Suriah menuju Provinsi Idlib pada Kamis malam (12/10).

Kebijakan ini diambil oleh pemerintah Turki untuk mengawal zona aman di Provinsi Idlib yang sebelumnya telah dirundingkan dan disepakati oleh Turki, Iran, dan Rusia. Dalam pusaran konflik Suriah, Turki merupakan negara yang menolak kepemimpinan Bashar al-Assad dan berusaha untuk melawan kekuatan pemerintah. Sementara Iran dan Russia merupakan pendukung kepemimpinan Bashar al-Assad dan mendukung pemerintah Suriah.

Media Turki melaporkan, seperti dikutip al-Jazeera, bahwa kampanye militer ini melibatkan 80 pasukan. Meskipun tujuan pasukan militer itu belum begitu jelas, sumber-sumber local memperkirakan bahwa pasukan tersebut sedang menuju wilayah barat Provinsi Aleppo.

Reporter al-Jazeera, Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Antakya bahwa puluhan kendaraan militer Turki telah melintasi perbatasan Turki-Suriah menuju Provinsi Idlib.

“Hingga saat ini, kita tetap masih harus melihat apakah para pejuang Hayat Tahrir al-Sham akan tetap diam melihat kampanye militer ini? Apakah mereka akan menarik diri dan menyerahkan senjata mereka?” Tanya Hashem.

Para penduduk yang ada di Provinsi Idlib hidup dalam kekhawatiran karena dibayang-bayangi oleh peperangan yang mungkin akan terjadi antara Para Pejuang Suriah yang didukung Turki dengan kelompok milisi bersenjata yang mengontrol Idlib, Hayat Tahrir al-Sham. (fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL