israel tabrak mobilBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Operasi serangan anti Israel dengan cara menabrakkan mobil terjadi lagi di Baitul Maqdis, mengakibatkan delapan orang Israel menderita luka-luka, sementara pelaku serangan dikabarkan gugur.

Menurut al-Mayadeen, media Israel menyebutkan tujuh polisi wanita dan satu warga Israel cidera akibat aksi tabrak mobil di dekat stasiun kereta api Khafif, Baitul Maqdis (Jerussalem), Jumat (6/3/2015).

Saat kejadian, pelaku serangan yang diketahui bernama Mohammed Salayma, penduduk kawasan Ras al-Amud, ditembak oleh polisi penjaga perbatasan Israel. Setelah menabrakkan mobil, Rayah segera keluar dari mobil sambil membawa pisau dan berusaha menyerang polisi sehingga kemudian ditembak. Usai kejadian, Israel segera menebar polisinya dalam jumlah besar untuk mengepung kawasan sekitar.

Falastin al-Youm mengutip laporan media Israel bahwa tiga di antara orang Israel yang ditabrak menderita luka parah, sementara koran Israel Maariv memberitakan bahwa pemuda Palestina pelaku penabrakan meninggal dunia di rumah sakit akibat luka tembak.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah otoritas Palestina mengumumkan berhenti bekerjasama dengan Israel di bidang keamanan.

Seperti pernah diberitakan, Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, Kamis (5/3/2015) memutuskan untuk menghentikan segala bentuk kerjasamanya dengan Rezim Zionis Israel dan memilih membentuk gerakan boikot Israel, menuntut tanggungjawab Israel, dan mendukung “resistensi rakyat secara damai” dan intifada di Baitul Maqdis. (Baca: Otoritas Palestina Hentikan Kerjasama Dengan Israel)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Ban Ki-moon menyesalkan keputusan PLO tersebut.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Turki Anadolu, juru bicara resmi Sekjen PBB menyerukan kepada kedua pihak Palestina dan Israel supaya menahan diri dan tidak melakukan “tindakan-tindakan yang tak berguna dan konfrontatif.”

Sekjen PBB meminta Israel menyerahkan kembali pendapatan pajak otoritas Palestina. Dia juga menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk Dewan keamanan, supaya segera melakukan tindakan untuk membantu mewujudkan perjanjian damai yang final demi mengakhiri pendudukan serta mewujudkan negara merdeka Palestina yang dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai dengan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*