Washington,LiputanIslam.com-Menyusul terjadinya serangan kimia di kawasan Douma dan ancaman yang dilontarkan Donald Trump kepada Damaskus, sejumlah media AS menggulirkan kemungkinan serangan rudal baru terhadap Suriah.

Trump tanpa memberikan bukti-bukti kuat menuduh Damaskus sebagai dalang serangan kimia tersebut. Dia menghina Bashar Assad dan berbicara soal “harga mahal” yang harus dibayar pemerintah Suriah atas serangan tersebut.

New York Times merujuk kepada tim keamanan Trump untuk mengetahui bentuk “harga mahal” yang mesti dibayar Damaskus.

Thomas Bossert, penasihat keamanan nasional Trump, mengulang kembali ungkapan kegemaran AS, yaitu “semua pilihan tersedia di atas meja.”

Senator Lindsey Graham, yang seperti Trump berasal dari Partai Republik, merilis statemen provokatif terkait hal ini. Dia mengatakan, jika Trump tidak melaksanakan ancamannya di Twitter, “dia akan terlihat lemah di mata Rusia dan Iran. Sebab itu, Trump harus menunjukkan tekad yang tak pernah ditunjukkan Obama.”

Salah satu perwira senior AL Amerika juga menyatakan, kapal-kapal perang AS berada di Laut Mediterania “sesuai misi yang ditentukan.” Namun dia mengaku, belum ada instruksi untuk mendekat ke pesisir Suriah dan melakukan serangan. Meski situasi bisa saja berubah dengan cepat.

Kapal perang AS pada tanggal 5 April 2017 menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pangkalan udara Shuairat Suriah. AS mengklaim, serangan itu adalah balasan atas serangan kimia Damaskus ke Khan Syeikhoun; sebuah serangan kimia yang hingga kini belum jelas siapa pelaku sebenarnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL