TelAviv,LiputanIslam.com-Kanal 10 Israel pada Kamis (31/5) mengumumkan, Benyamin Netanyahu telah memberitahu sekutu AS dan Eropanya bahwa dia tidak bermasalah jika Bashar Assad tetap menjabat presiden Suriah, asal pasukan Iran dan Hizbullah angkat kaki dari negara itu.

Hal ini disampaikan Meir Ben-Shabbat, penasihat keamanan Netanyahu, saat bertemu koleganya dari Prancis yang tengah melawat ke Yerusalem.

Selain bertemu Ben-Shabbat, penasehat keamanan Prancis juga menemui Yossi Cohen, kepala Mossad.

Ben-Shabbat dan Cohen diberitahu soal detail perbincangan Macron dan Putin di Rusia pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, presiden Rusia dan Prancis membicarakan solusi untuk mengakhiri perang Suriah. Mereka berdua juga meminta agar Tel Aviv mengumumkan sikapnya soal solusi politik untuk Suriah.

Sebagai jawaban, Ben-Shabbat mengklaim bahwa Tel Aviv hanya bermasalah dengan kehadiran pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah, bukan dengan Assad sendiri.

“Jika Iran angkat kaki dari Suriah, tidak masalah bagi Israel jika Assad tetap berkuasa,”ujar Ben-Shabbat.

“Kami akan melanjutkan aksi militer terhadap Iran di Suriah sampai Moskow atau Damaskus meminta agar Iran angkat kaki,”tambahnya.

Israel mengklaim tak akan mengusik Assad lagi, di saat dokumen-dokumen AS yang bocor ke publik menyebutkan, salah satu tujuan penciptaan krisis di Suriah adalah penggulingan Assad demi keamanan Rezim Zionis.

Berdasarkan dokumen yang dibocorkan Wikileaks, Hillary Clinton (menlu AS saat itu) pada 2012 menulis,”Melihat kemampuan nuklir Iran yang terus meningkat, cara terbaik untuk menolong Israel adalah membantu rakyat Suriah menggulingkan Bashar Assad.” (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*