Neta-Putin 2015Moskow, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkunjung ke Rusia pada Kamis (21/4/2016) untuk membahas perang Suriah dan penjualan senjata ke Iran. Kabarnya, ia meminta jaminan kepada Presiden Vladimir Putih bahwa penarikan parsial pasukan Rusia dari Suriah tidak akan membuka peluang bagi Hizbullah dan Iran untuk membangun kekuatan di Dataran Tinggi Golan.

Selain itu, ada agenda untuk melajutkan koordinasi antara IDF dengan pasukan Rusia di Suriah, agar tidak terhadi kesalahpahaman di medan perang.

Kekhawatiran Netanyahu cukup beralasan, mengingat baru-baru ini, pasukan Iran menggelar parade militer yang memamerkan sistem pertahanan udara S-300 yang telah dikirimkan oleh Rusia untuk tahap pertama. Jika senjata canggih tersebut telah sampai di Iran, maka sebisa mungkin Israel akan mencegah agar jangan sampai Hizbullah juga memiliki senjata yang sama. Senjata canggih Hizbullah dinilai melemahkan klaim supremasi Israel di kawasan.

Netanyahu juga akan berusaha melobi agar Rusia membatalkan penjualan S-300. Hal ini sudah pernah diminta dalam pertemuan sebelumnya dengan Putin. Rudal buatan Rusia ini adalah salah satu yang paling canggih di dunia. Jika Iran memiliki S-300, otomatis hal ini juga akan menghambat upaya Israel untuk melakukan serangan pada fasilitas nuklit Iran.

Netanyahu, seperti yang dilaporkan Times of Israel (21/4/2016) juga memiliki agenda untuk membujuk Rusia terkait status Dataran Tinggi Golan, yang direbut Israel dari tangan Suriah pada Perang Enam Hari tahun 1967, telah dianeksasi Israel pada tahhun 1981, namun belum mendapatkan pengakuan secara internasional. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL