London,LiputanIslam.com-Perdana menteri Israel mengakui, pemerintahannya tengah berusaha mewujudkan persatuan dengan sejumlah negara Arab di Timteng.

Netanyahu dalam ceramahnya di institut Chatham House, London, menyinggung kekuatan Iran yang terus meningkat dari hari ke hari. Dia mengklaim, Iran bertujuan untuk ‘memperluas wilayahnya’ di kawasan.

“Pencapaian Iran atas senjata nuklir adalah bahaya besar yang harus dihadapi. Kami menolak JCPOA, karena tujuan Iran dari kesepakatan ini adalah mendapatkan waktu lebih banyak. Iran ingin menjaga kesepakatan ini agar bisa terus mengayakan uranium tanpa syarat apa pun,”ujar Netanyahu.

Menurut PM Rezim Zionis, Iran harus ditekan guna mencegah pembuatan bom nuklir di negara tersebut. Ia mengklaim, jika Iran mampu membuat satu bom nuklir, dalam hitungan minggu mereka bisa membuat ratusan bom serupa.

“Timur Tengah dilanda banyak kekacauan dan tuntutan akan demokrasi telah menyebabkan instabilitas. Kami berusaha serius untuk membuat aliansi dengan negara-negara Arab ‘moderat,’”ujarnya.

Dia menambahkan, sikap keras sebagian negara-negara Arab terhadap Israel kini telah melunak.

Netanyahu dalam ceramahnya juga merilis klaim aneh dan menggelikan. Menurutnya, Israel adalah ‘satu-satunya pihak di Timteng yang memberikan hak-hak sipil secara utuh kepada warganya.’

Tanpa merasa malu, dia mengatakan, problem bangsa Palestina adalah mereka tidak bersedia menerima Deklarasi Balfour dan mengakui ‘negara Yahudi.’ (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL