TelAviv,LiputanIslam.com-PM Israel kembali mengkritik kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) dan mengklaim bahwa Negeri Mullah mendapat banyak keuntungan dari kesepakatan tersebut.

“Orang-orang Iran menjalin kesepakatan luar biasa dengan (Barrack) Obama. Setelah 10 tahun, mereka bisa melakukan pengayaan uranium secara tidak terbatas. Mereka juga memperoleh milyaran dolar yang bisa digunakan untuk membuat sebuah imperium,”ujar Benyamin Netanyahu, Rabu (19/12).

Netanyahu mengaku, dia telah berbicara dengan Donald Trump (presiden AS) dan Mike Pompeo (menlu AS) terkait masalah Iran.

“Tentara Israel adalah satu-satunya tentara di dunia yang sedang berperang dengan Iran. Kami menyerang pasukan Iran di Suriah, sementara AS melakukan perang (dengan Iran) melalui pemberlakuan sanksi-sanksi,”tandasnya.

Dalam konferensi yang diadakan majalah Globes di Yerusalem itu, Netanyahu kembali menuduh Hizbullah menggali terowongan dan melanggar perbatasan wilayah. Dia juga mengulang klaim soal keberadaan pabrik rudal-rudal berpresisi tinggi di sekitar bandara Beirut. Netanyahu berkoar, Hizbullah menutup pabrik tersebut setelah keberadaannya terbongkar.

Saat Netanyahu melontarkan tuduhan ini beberapa bulan lalu, pemerintah Lebanon mengundang para dubes dan wakil PBB untuk mengunjungi tempat yang diklaim perdana menteri Israel tersebut. Semua mereka dengan gamblang menyatakan kebohongan klaim Netanyahu itu.

Dalam bagian lain pidatonya, Netanyahu mengaku bahwa Tel Aviv berusaha untuk mencegah distribusi rudal-rudal berpresisi tinggi ke Lebanon. Dia mengklaim, saat ini Hizbullah hanya memiliki maksimal “puluhan rudal dari jenis ini.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*