Brussels,LiputanIslam.com-Menurut laporan harian al-Sharq al-Awsat, sejumlah sumber politik di Tel Aviv dan Brussels menyatakan ada ketegangan dalam hubungan Uni Eropa dan Israel. Ketegangan ini disulut kritikan Federica Mogherini terhadap Donald Trump atas keputusannya soal Yerusalem/al-Quds.

Menurut sumber-sumber tersebut, ketegangan ini akan meningkat saat PM Israel mengunjungi Brussels pada Senin ini (11/12). Ketegangan ini diawali sejak tersiar kabar bahwa Netanyahu memaksa hadir di rapat Uni Eropa, padahal dia tidak diundang. Netanyahu sendiri dalam pidatonya di Knesset mengaku bahwa Lithuania mengundangnya untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Sejumlah pejabat di Brussels menyebut tindakan Netanyahu sebagai pelanggaran terhadap protokol diplomatik Uni Eropa.

Menyusul pemaksaan Netanyahu ini, koordinator Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengundang Mahmoud Abbas (ketua PLO) untuk melakukan kunjungan serupa di awal tahun depan. Keputusan ini kontan memicu amarah Rezim Zionis.

Sebelum  ini, Mogherini menyatakan bahwa keputusan Trump membawa dunia ke belakang dan masa kegelapan. Menurutnya, solusi untuk konflik Palestina-Israel adalah pembentukan dua negara independen.

Media-media Israel mengklaim, awalnya Mogherini berniat merilis statemen atas nama Uni Eropa. Namun karena Hungaria menentang, akhirnya ia berbicara atas namanya sendiri. (af/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*