TelAviv,LiputanIslam.com-Melihat bahwa saat ini perdana menteri Israel tengah dibelit sejumlah masalah internal, terutama investigasi soal dugaan korupsi, dia berupaya untuk memanfaatkan perjanjian ekspor gas dengan Mesir demi kepentingannya.

Mesir dan Israel dikabarkan telah menandatangani kesepakatan ekspor gas senilai 15 milyar dolar. Netanyahu menyebutnya sebagai “kesepakatan bersejarah.”

Wartawan al-Jazeera di Ramallah mengabarkan, berdasarkan kesepakatan ini, Rezim Zionis akan mengekspor 64 milyar kubik gas ke Mesir. Setelah kesepakatan ini ditandatangani, masalah penyaluran gas dan pembangunan infrastruktur untuk itu akan dibahas dalam tahap-tahap selanjutnya.

Salah satu kemungkinan terkait masalah ini adalah menggunakan jalur pipa yang pernah digunakan Mesir untuk mengekspor gas ke Israel sampai 2011 lalu. Jalur ini mungkin akan direkonstruksi dan difungsikan kembali.

Kemungkinan lain adalah membuat jalur baru, seperti yang sedang dibangun antara Mesir dan Yordania. Saat ini, perundingan terkait pembangunan infrastruktur distribusi gas tengah dilakukan. Ada kemungkinan ekspor akan dimulai tahun depan dan berlanjut hingga 2030.

Rezim Zionis sangat menyambut baik kesepakatan ini. Netanyahu adalah orang yang pertama bereaksi dengan menyebut hari itu sebagai “hari raya bagi Israel.”

Menurut jurnalis al-Jazeera, Netanyahu mendapat banyak keuntungan dari kesepakatan ini. “Dia menisbatkan raihan-raihan dari kesepakatan ini kepada dirinya dan sangat membanggakannya,”tandasnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*