Golan, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet di Dataran Tinggi Golan pada Minggu (17/4/2016). Rapat di Golan ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah.

Netanyahu menekankan bahwa wilayah Golan telah direbut dari Suriah hampir setengah abad yang lalu, dan menurutnya, Golan kini menjadi milik Israel. Pria yang kerap disapa Bibi ini juga menyerukan agar masyarakat internasional mengakui fakta ini.

Hanya saja, menurut draft resulusi tentang Suriah yang telah disahkan oleh AS, Rusia, dan negara-negara lainnya, Golan dianggap sebagai wilayah yang diduduki Israel secara ilegal selama Perang enam Hari pada tahun 1967. Karena itu, Golan harus dikembalikan kepada Suriah.

“Saya memutuskan mengadakan rapat kabinet di Golan untuk menyampaikan pesan yang jelas: Golan akan tetap berada di tangan Israel, dan Israel tidak akan pernah mundur dari Golan,” tegas Bibi, seperti dilansir Sputnik, (17/4/2016).

Saat Suriah menjadi negara merdeka selepas penjajahan Perancis pada tahun 1944, Golan merupakan wilayah dari Provinsi Quneitra. Namun karena perang pada tahun 1967 dan 1973, sebagian besar wilayah provinsi ini diduduki Israel, yang memberlakukan kebijakan pembersihan etnis. Akibatnya, sekitar 130.000 warga setempat diusir dari rumah mereka sendiri.

Seperti diketahui, Suriah adalah satu-satunya negara Arab di kawasan yang masih memandang Israel sebagai musuh. Tidak ada kesepakatan damai maupun hubungan bilateral yang terjalin antara kedua negara, dan sampai hari ini, status Suriah-Israel masih sebatas gencatan senjata. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL