NewYork,LiputanIslam.com-Dubes tetap Suriah di PBB menyatakan, pelanggaran undang-undang pelarangan penyebaran senjata pemusnah massal adalah spesialisasi yang hanya dikuasai negara-negara Barat.

Sindiran ini disampaikan Bashar Jaafari dalam rapat Dewan Keamanan PBB, yang diadakan untuk mengkaji proposal yang diusung Rusia dan AS terkait Suriah.

“Inggris dan putra mahkota Saudi menandatangani sebuah kesepakatan untuk menjual senjata senilai 100 milyar dolar ke Riyadh. Senjata-senjata itu akan digunakan Saudi untuk membantai rakyat Yaman, juga menyeret kawasan dalam perang,”kata Jaafari.

Dia menyatakan, Damaskus mengecam keras penggunaan senjata kimia. “Oleh karena itu, kami siap bekerjasama dengan organisasi pelarangan senjata kimia (OPCW) demi membongkar kebohongan tiga negara Barat,”tandasnya.

Pemerintah Suriah baru-baru ini kembali dituding melakukan serangan kimia atas warganya. Serangan kimia di Douma itu dikabarkan menelan 150 korban jiwa.

Damaskus membantah keras tuduhan tersebut. Pemerintah Suriah menegaskan, pihaknya di ambang kemenangan mengusir kelompok teroris di Ghouta Timur. Dengan demikian, tak ada alasan untuk menggunakan senjata kimia. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL