London,LiputanIslam.com-Harian terbitan London, al-Sharq al-Awsat, dalam laporan hari Sabtu (18/5) mengklaim, Saudi beserta negara-negara Arab sekitar Teluk Persia menyetujui penempatan pasukan AS di perairan dan tanah mereka.

Menurut sumber-sumber harian transregional ini, persetujuan itu didasari kesepahaman antara pihak AS dan negara-negara Arab tersebut.

Sumber-sumber itu menambahkan, tujuan awal penempatan pasukan AS di Teluk Persia adalah operasi-operasi gabungan Washington dan Arab untuk menghadapi eskalasi militer, atau serangan ke negara-negara Arab, atau kepentingan AS di kawasan. Mereka mengklaim, tujuannya bukanlah untuk berperang dengan Iran.

Dalam beberapa waktu terakhir, situasi di Teluk Persia kian memanas, terutama setelah terjadinya serangan nirawak Ansharullah ke fasilitas minyak Saudi, juga ledakan kapal tanker di pelabuhan Fujairah, UEA.

Berita Terkait: 

Awalnya Membantah, Akhirnya UEA Akui Ledakan di Pelabuhan Fujairah

Ansarullah Yaman Umumkan Serangannya terhadap “Instalasi Vital Saudi”

Saudi sendiri menuduh Teheran yang menginstruksikan penyerangan ke fasilitas minyaknya. Sejumlah media juga berusaha menggiring opini bahwa Iran terlibat dalam insiden di Fujairah.

Tensi di kawasan juga meningkat seiring pemberitaan bahwa AS mengirim kapal induk ke Teluk Persia. Washington mengklaim, terdapat info intelijen bahwa Iran akan menyerang kepentingan-kepentingannya di kawasan.

Belakangan, kabar ini ditepis petinggi angkatan bersenjata Iran. Ia menyatakan, kapal induk USS Abraham Lincoln hanya diparkir di Laut Arab dan tidak memasuki perairan Teluk Persia. (af/alalam)

Berita Terkait:

AS Cuma Membual, Teluk Persia Lebih Senyap dari Biasanya

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*