Gaborone,LiputanIslam.com-Pemerintah Botswana bereaksi keras terhadap ancaman Nikki Haley terkait pemungutan suara resolusi al-Quds di sidang umum PBB baru-baru ini.

Seperti diketahui, sebelum diadakannya pemungutan suara di PBB untuk melawan keputusan Trump terkait al-Quds, Haley memperingatkan negara-negara yang bergantung kepada bantuan AS akan konsekuensi buruk dukungan terhadap resolusi PBB.

“Presiden (Trump) akan mengawasi pemungutan suara ini dengan seksama. Dia meminta saya mendaftar nama negara-negara yang melawan keputusan AS. Kami akan mencatat satu per satu suara dalam sidang ini,”kata Haley.

Juru bicara pemerintah Botswana mengatakan, pesan Haley bernada ancaman dan sangat tidak relevan. “Tujuan pesan ini adalah mencederai kedaulatan Botswana sebagai negara independen, juga merupakan upaya untuk menciptakan jenis diplomasi baru,”tegasnya.

Haley mengancam, AS akan mengambil sikap baru saat mengalokasikan anggaran untuk PBB dan negara-negara yang menyetujui resolusi dukungan untuk al-Quds.

Botswana adalah salah satu dari negara-negara kecil Afrika yang mendapat bantuan ekonomi dari AS.

Meski demikian, juru bicara Botswana dalam statemennya menegaskan, negaranya tidak akan gentar terhadap ancaman ini. Bostwana akan tetap menjaga kedaulatannya dan bertindak sesuai prinsip kebijakan luar negerinya.

Botswana juga meminta agar negara-negara lain tidak surut langkah di hadapan intimidasi AS. “Terlepas dari konsekuensi sikap ini, Botswana menyeru negara-negara anggota PBB untuk mendukung resolusi al-Quds,”tandasnya.

Dalam sidang umum PBB Kamis lalu (21/12), 193 negara memberikan suara setuju dan hanya 9 negara yang menolak resolusi al-Quds. Botswana termasuk negara yang memberikan suara setuju kendati mendapat ancaman AS. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL