Moskow,LiputanIslam.com-Deputi ketua Komite Pertahanan dan Keamanan parlemen Rusia menyatakan, dia khawatir terhadap keputusan NATO untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS di Suriah.

Frants Klintsevich dalam wawancaranya dengan Sputnik menjelaskan, bergabungnya NATO adalah upaya baru untuk menggulingkan Bashar al-Assad, presiden Suriah.

“Mustahil kami tidak mencemaskan keputusan NATO ini. Jelas bahwa tujuan pembasmian terorisme adalah tujuan yang dinyatakan secara terbuka. Namun faktanya, keputusan ini diambil guna memperkuat dukungan terhadap oposisi untuk melengserkan al-Assad,”jelasnya.

Frants menyebut langkah NATO ini berlawanan dengan undang-undang internasional. Dia menegaskan akan membawa masalah ini ke lembaga-lembaga internasional, khususnya PBB.

Baru-baru ini, Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, mengabarkan bahwa organisasi ini akan bergabung dengan koalisi internasional anti-ISIS tanpa keterlibatan di medan tempur. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait motif dan aspek pengambilan keputusan tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL