Beirut,LiputanIslam.com-Dalam pidato memperingati kelahiran putri Rasulullah saw, Fatimah az-Zahra, Sabtu (18/3), Sayyid Hasan Nasrullah menyampaikan sejumlah poin terkait masalah-masalah regional.

Sekjen Hizbullah ini menyatakan, Amerika dan sekutunya membawa para teroris ke Suriah serta mengaku bahwa tujuannya adalah menghadapi front muqawamah (resistensi).

“Sebelum ini, saya pernah mengatakan kepada kelompok-kelompok takfiri bahwa kalian dibawa ke Suriah untuk menjadi kayu bakar Amerika dan sekutunya,”ungkapnya.

Sayyid Nasrullah menyebut ledakan-ledakan bom di Suriah dan Irak yang menyasar warga sipil sebagai bukti kegagalan para teroris. Dia mengatakan,”Riwayat ISIS di Irak akan segera tamat. Mereka tidak lagi memiliki masa depan di Suriah dan Irak. Jabhat al-Nusra yang diciptakan Amerika dan sekutunya juga dibombardir koalisi Amerika di Suriah. Amerika adalah pihak munafik. Awalnya mereka memanfaatkan para teroris, setelah itu memenggal kepala mereka.”

Pemimpin Hizbullah ini menyatakan, rencana kaum arogan untuk menguasai Suriah telah gagal, sementara ISIS, al-Nusra, dan kelompok-kelompok teroris sedang sekarat. “Ular yang dipiara oleh kaum arogan, kini berbalik menjadi ancaman bagi mereka sendiri,”paparnya.

Dalam bagian lain pidatonya, Sayyid Nasrullah menyatakan bahwa perang atas Suriah dibiayai sepenuhnya oleh negara-negara Arab. “Dana Arab inilah yang mendatangkan para teroris dari seluruh dunia ke Suriah. Dalam kelanjutannya, kelompok takfiri menolak solusi politik dan bersikeras untuk meneruskan perang,”pungkasnya.

Tokoh kharismatik Lebanon ini menyatakan, poros resistensi di Irak, Suriah, dan Yaman tak akan kalah. Dia menyeru pihak-pihak yang berada di front musuh untuk pulang kembali ke front umat dan resistensi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL