Sekjen Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, saat melakukan siaran langsung di Hari al-Quds Internasional di Beirut, Lebanon, pada Jum’at (8/6)

Beirut,LiputanIslam.com—Sekretaris Jenderal Kelompok Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah, menyampaikan bahwa Israel telah berniat untuk mengubah demografi di kota suci Yerussalem al-Quds bahkan sejak rezim tersebut terbentuk pada 1967.

Namun, ia yakin bahwa rencana Israel itu akan menuai kegagalan karena sebagian masyarakat Palestina masih berada dan menetap di kota suci Yerussalem al-Quds.

“Rutinitas ibadah yang mereka lakukan di seluruh wilayah kependudukan Israel ini adalah langkah terbaik untuk menggagalkan upaya Israel untuk mengubah demografi di wilayah Yerussalem al-Quds,” Ucap Sayyed Nasrallah, pada peringatan Hari al-Quds Internasional pada Jum’at (8/6).

Melalui siaran langsung salah satu televisi di Lebanon, Nasrallah berbicara pada para pendukungnya bahwa banyak negara telah menolak keputusan presiden AS, Donald Trump, memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerussalem al-Quds dan ia menyebut keputusan ini bertujuan untuk mengakhiri perjuangan rakyat Palestina.

Nasrullah juga mengatakan bahwa saat ini rakyat Palestina sangat membutuhkan dukungan dari saudara-saudara Arab dan Muslim. Namun sayangnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab justru membujuk beberapa negara Muslim bahwa Israel memiliki hak di Palestina.

Bahkan, lanjut Nasrallah, beberapa pengusaha Arab justru melakukan langkah yang lebih jauh yaitu membeli rumah-rumah rakyat Palestina di Yerussalem dan kemudian menjualnya kepada para pemukim Yahudi-Israel. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*