Teheran,LiputanIslam.com-Seiring masuknya agresi koalisi Saudi pada tahun kelimanya, menteri luar negeri Iran menyatakan, masih belum terlambat untuk menghentikan perang di Yaman.

“Saudi dan sekutunya menolak tawaran perdamaian yang diajukan Iran pada April 2015. Mereka mengklaim bisa memenangkan perang dalam tempo tiga minggu,”cuit Javad Zarif dalam akun Twitter-nya.

“Di ambang tahun kelima perang yang memalukan ini, saya ingatkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan perang yang berubah jadi mimpi buruk ini,”lanjutnya.

Menlu Iran lalu mengakhiri tweet-nya dengan hashtag “hentikan perang Yaman.”

Agresi rezim Saudi ke Yaman dimulai pada 26 Maret 2015 lalu dan masih berlanjut hingga kini. Agresi ini mendapat dukungan politis dan persenjataan serta partisipasi terbatas AS, Prancis, dan Inggris. Sejumlah negara seperti UEA dan Sudan juga terlibat langsung dalam “Koalisi Arab” yang dipimpin Riyadh. Hingga kini, agresi ini telah menewaskan lebih dari 50 ribu warga Yaman.

Harian Washington Post pada 3 Agustus 2018, mengutip kerugian perang Yaman dari lembaga ACLED, menyatakan bahwa korban jiwa akibat agresi Saudi sedikitnya mencapai 50 ribu orang. Namun media-media internasional masih bersikeras menyebut angka korban tewas sebanyak 10 ribu orang saja.

Berdasarkan pengumuman lembaga-lembaga HAM Yaman, lebih dari 30 ribu nyawa melayang akibat dampak tak langsung dari perang. Kebanyakan mereka adalah orang-orang sakit yang tak mendapat pengobatan layak lantaran blokade koalisi Saudi di darat, laut, dan udara atau tidak bisa berobat ke luar Yaman. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*