Teheran,LiputanIslam.com-Dalam tanggapannya terhadap pernyataan putra mahkota Saudi, jubir kemenlu Iran menasihati Muhammad bin Salman untuk mengambil pelajaran dari nasib para diktator terdahulu.

Jubir kemenlu Iran berbicara tentang akhir hidup dua diktator Arab, serta pelarian, terpenjara, dan telantarnya sejumlah diktator lain. Para diktator ini awalnya disokong oleh pendukung semu, seperti Amerika, yang begitu cepat meninggalkan mereka sendirian. Bahkan para diktator ini diadili dan dihukum mati oleh para mantan sekutu mereka.

Di antara karakteristik seragam dalam diri para diktator itu adalah tidak bisa mengambil pelajaran di depan mata. Bahkan kejadian paling menggetarkan pun tak sanggup memberi pelajaran kepada mereka. Saat ini, Dunia Islam dan kawasan Timur Tengah, sedang menyaksikan diktator termuda dan terceroboh selama beberapa dekade terakhir.

Muhammad bin Salman memiliki sejumlah kesamaan dengan para diktator regional yang telah binasa. Semua diktator itu, baik terbuka atau tersembunyi, memusuhi Republik Islam Iran. Saddam menyebut dirinya sebagai Panglima Qadisiyah (penaklukan Persia di masa Khalifah Kedua, red) dan berkoar bisa menaklukkan Teheran dalam seminggu. Qaddafi, sama seperti Bin Salman, meraih kekuasaan di usia muda melalui kudeta. Dia secara berlebihan menjanjikan kemakmuran dalam waktu dekat bagi warga Libya, sama seperti yang dijanjikan Bin Salman kepada warga Saudi saat ini.

Saddam di masa itu adalah sekutu terdekat Amerika di Timteng. Pengamat paling skeptis pun di zaman itu tidak bakal menduga Saddam akan diadili dan dihukum gantung saat Amerika menduduki Irak.

Qaddafi berkuasa di Libya selama lebih dari 40 tahun. Barangkali tak seorang pun menyangka ada orang yang berani meneriakkan slogan untuk menentangnya. Faktanya, dia diseret keluar dari lubang persembunyiannya oleh seorang remaja usia 17 tahunan dan akhirnya dieksekusi.

Para raja terdahulu Saudi naik takhta di masa tua mereka. Mungkin tak ada kesempatan bagi rakyat revolusioner atau pasukan asing untuk menghukum para raja itu dalam masa kekuasaan pendek mereka. Namun Bin Salman masih muda dan semestinya dia mencemaskan salah satu dari dua kemungkinan berikut. Dengan api permusuhan yang dinyalakannya di tengah para pangeran kerajaan, bisa jadi dia akan dikudeta atau akan ditinggalkan oleh sekutu Amerikanya yang tak pernah bisa diandalkan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL