naderiTeheran, LiputanIslam.com — National Aeronautics and Space Administration (NASA) menamai sebuah asteroid di dalam tata surya dengan ‘Naderi’, yang diambil dari nama ilmuwan Iran, yang sekaligus merupakan mantan direktur untuk Solar System Exploration at NASA’s Jet Propulsion Laboratory (JPL).

“Malam ini di pesta perpisahan di NASA/JPL, NASA menamai asteroid tersebut dengan nama saya. Saya merasa tersanjung. Asteroid yang semula dikenal sebagai (5515) 1989 EL1, untuk selanjutnya akan disebut sebagai asteroid Naderi,” ujar Firouz Naderi, seperti dilansir Presstv (30/3/2016).

Asteroid ini awalnya ditemukan oleh astronom Amerika Eleanor F. Helin, California pada tanggal 5 Maret, 1989, dan memiliki diameter 10 kilometer. Asteroid ini berputar pada porosnya sendiri selama 5,2 jam dan mengorbit matahari setiap 4,4 tahun. Asteroid ini berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter.

“Navigator NASA/JPL juga memproduksi gambar ini untuk saya. Orbit dan posisi dari planet-planet ini diambil pada tanggal 28 Maret 2016. Posisi asteroid Naderi di orbitnya juga persis seperti yang digambarkan hari ini,” jelas Firouz di akun Facebooknya.

Selama 36 tahun terakhir, Naderi telah berhasil baik ketika mengatur maupun mengawasi sejumlah proyek di NASA, seperti misi robot JPL untuk Jupiter, pengorbit Cassini untuk Saturnus dan pesawat ruang angkasa Dawn untuk asteroid raksasa Vesta. Tak heran akhirnya namanya dijadikan sebagai nama asteroid sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL