Naypyidaw,LiputanIslam.comReuters melaporkan, konsultan keamanan Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar, mengklaim bahwa misi PBB untuk menyelidiki krisis Muslimin Rohingya justru kian memperburuk situasi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat dan diplomat yang diutus PBB.

Myanmar di bulan Mei menolak memberikan visa kepada tiga pakar PBB untuk menyelidiki tuduhan kekerasan yang dialamatkan kepada militer negara ini. Pekan lalu, Nikki Haley, wakil Amerika di PBB, telah meminta agar Myanmar menerima misi yang telah disetujui melalui resolusi Dewan HAM PBB ini.

Muslimin Rohingya di Myanmar, yang berjumlah sekitar satu juta jiwa, diperlakukan dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Kendati mereka telah berada di kawasan tersebut selama beberapa abad, namun mereka diperlakukan seperti imigran ilegal dan tidak diberi hak kewarganegaraan.

Milisi Rohingya diklaim telah menyerang polisi perbatasan Myanmar pada Oktober tahun lalu. Pasukan Myanmar lalu mengirim helikopter untuk menyerang desa-desa yang ditinggali etnis Rohingya. Aung San Suu Kyi, yang mendapat hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991, mendapat kecaman keras atas serangan tersebut. Para pemenang Nobel Perdamaian lain juga mengirim surat terbuka ke Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan genosida di Myanmar ini. (af/yjc/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL