Washington,LiputanIslam.com-Dilansir dari harian Washington Post, perusahaan milik Donald Trump yang berkecimpung dalam bidang konstruksi, mempekerjakan para imigran ilegal dalam proyek-proyeknya.

Perusahaan tersebut mempekerjakan kembali para imigran ilegal yang sebelumnya bekerja di klub nasional golf milik Trump.

Sudah dua dekade yayasan Trump mengandalkan para imigran gelap dari negara-negara Amerika Latin. Mereka dipekerjakan untuk membuat trotoar dan dinding-dinding beton di berbagai perusahaan milik Trump.

Baca: Trump: Iran Sangat Berhasrat Berunding dengan AS

Padahal selama ini Trump dikenal mengambil kebijakan keras untuk melawan imigrasi ilegal. Presiden AS ini menganggap para imigran Latin sebagai kriminal dan menuding mereka ‘menginvasi’ negeri Paman Sam.

Salah satu kebijakan antiimigran Trump adalah rencananya untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko. Dia bahkan sempat meminta agar pemerintah Meksiko menanggung biaya pembangunan tembok itu, yang jelas-jelas ditolak oleh Meksiko.

Masalah pembangunan tembok di perbatasan ini juga sempat memicu perseteruan antara Trump dengan kongres AS. Trump meminta anggaran pembangunan tembok dari kongres, namun ditolak mentah-mentah. Trump membalas dengan menutup pemerintahan federal hingga beberapa pekan, yang akhirnya memecahkan rekor sebagai ‘shutdown’ pemerintahan AS terlama. (af/yjc)

Baca Juga:

Pompeo dan Bin Salman Bahas Penguatan Keamanan Maritim

Venezuela: Pembekuan Aset oleh AS adalah Terorisme Ekonomi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*