Sanaa,LiputanIslam.com-Abdul Malik Badrudin al-Houthi, pemimpin gerakan Ansharullah Yaman, memperingatkan penyebarah paham Bahaisme di negaranya.

“Musuh menggunakan soft war (perang lunak) untuk membuat bangsa Yaman bertekuk lutut,”tutur al-Houthi dalam pidatonya di Jumat pertama bulan Rajab (23/3).

Rakyat Yaman merayakan Jumat pertama bulan Rajab, karena mereka memeluk agama Islam dengan tangan terbuka pada bulan ini.

Al-Houthi menyatakan, perang lunak dengan berbagai cara ini menyasar akidah dan prinsip rakyat Yaman serta Muslimin. Kebangkitan kembali paham Bahaisme disebut al-Houthi sebagai bagian dari perang lunak tersebut.

“Saat ini, kita melihat aktivitas baru terkait perang lunak, yaitu aktivitas para pengikut Bahaisme,”jelas al-Houthi.

Menurutnya, ajaran Bahaisme berupaya menghancurkan Islam melalui perang pemikiran. Bahaisme mengajak orang-orang untuk murtad dan keluar dari Islam.

Sayyid Abdul Malik mengecam dukungan Barat terhadap paham sesat ini. Dia mengatakan, saat pemerintah Yaman berupaya memerangi ajaran ini, justru AS, Inggris, dan Prancis menyuarakan dukungan kepada Bahaisme.

Pemimpin Ansharullah mengatakan, pusat Bahaisme berada di kota Acre (Akka) di Tanah Pendudukan (Palestina). Ajaran ini diberi kebebasan penuh oleh Rezim Zionis hingga bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*