An Afghan security walks as smoke billows from a building after a Taliban attack in Gereshk district of Helmand province, AfghanistanKabul, LiputanIslam.com — Taliban mengumumkan dimulainya ofensif musim semi dengan sandi “Operasi Omari” (yang merujuk pada nama akhir pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar), dan bertekad akan melancarkan serangan besar-besaran kepada pemerintah Afghanistan. Disebutkan, Taliban akan melakukan serangan bom bunuh diri dan taktik perang gerilya.

“Jihad melawan tentara kafir merupakan kewajiban suci yang telah digantungkan di leher kami. Dan kami satu-satunya yang akan membangun sistem Islam dan merebut kembali kemerdekaan kita,” rilis Taliban, seperti dilansir The Huffingtonpost, (14/4/2016).

Pengumuman resmi Operasi Omari diumumkan hanya beberapa hari setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Kabul, untuk menegaskan kembali dukungan AS bagi pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Ashraf Ghani.

Taliban, disebut-sebut telah mendapatkan kembali kekuatannya pasca penarikan pasukan internasional pada akhir 2014.

“Operasi Omari juga akan menargetkan membunuh komandan-komandan musuh di pusat-pusat perkotaan. Kami akan melakukan segala cara untuk membuat mental musuh menurun,” tambah pernyataan Taliban.

Akankah musim semi ini akan menjadi musim semi berdarah di Afghanistan?

Tahun lalu, pertempuran sengit berlangsung selama beberapa bulan di Afghanistan, yang berlokasi di Kunduz dan provinsi Helmand yang berbatasan dengan Pakistan. Selama pertempuran, ada sekitar 11.000 korban sipil yang jatuh.

Menurut Komandan NATO, Taliban mengontrol hanya sekitar 6% dari wilayah Afganistan, namun hampir sepertiga wilayah negara beresiko mengalami kerusakan akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris itu. Apalagi, pasukan pemerintah hanya mampu mengontrol tidak lebih dari 70% dari luas wilayah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL