Damaskus,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Mayadeen melaporkan, kelompok teroris Jaish al-Islam menghalalkan darah orang-orang yang bersaksi bahwa tidak ada serangan kimia di Douma.

Pusat koordinasi kelompok bersenjata di Suriah mengumumkan, para mufti Wahabi Jaish al-Islam dalam statemennya menyatakan, semua pegawai rumah sakit Douma yang menolak pergi ke utara Suriah bersama kelompok bersenjata boleh dibunuh.

Anggota tim yang bersaksi dalam masalah ini mengungkapkan, tidak ada catatan di rumah sakit yang menunjukkan adanya korban serangan kimia. Menurut mereka, apa yang terlihat di video-video hanyalah sebuah sandiwara. Pihak rumah sakit Douma menegaskan, tak ada pasien yang meninggal di hari itu.

Klaim akan adanya serangan kimia pada 7 April lalu dijadikan dalih oleh Barat untuk menyerang Suriah. AS, Inggris, dan Prancis menggempur Suriah, padahal belum ada bukti kuat akan adanya serangan kimia tersebut.

Rusia pada Kamis (26/4) menghadirkan para saksi mata dari Suriah. Belasan warga Douma, termasuk Hassan Diab (11) dan ayahnya, didatangkan untuk membuktikan kepalsuan berita serangan kimia itu.

Pada konferensi pers bersama pejabat Suriah di Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), Den Haag, Belanda, para diplomat Rusia mengecam kelompok White Helmets. Mereka dikecam karena sengaja telah merekayasa video agar dianggap sebagai bukti adanya serangan senjata kimia oleh tentara Suriah pada 7 April lalu. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*