Riyadh,LiputanIslam.com-Kompetisi permainan kartu nasional diadakan untuk pertama kali di Saudi sejak Rabu (4/4). Kompetisi ini yang akan berlangsung selama 5 hari ini juga dihadiri sejumlah tokoh agama Saudi.

Kompetisi ini diadakan ketua Komite Olimpiade Saudi atas instruksi Turki Al Syaikh, ketua Badan Olahraga negara ini pada Februari lalu.

Badan Olahraga Saudi mengumumkan, juara I hingga IV secara berurutan akan memperoleh hadiah senilai 133 ribu, 66 ribu, 40 ribu, dan 26 ribu dolar.

Permainan kartu (remi) adalah salah satu hiburan yang paling digemari warga Saudi di tempat-tempat berkumpul dan waktu-waktu luang.

Kompetisi permainan kartu ini diadakan dalam bingkai “Visi 2030” yang digagas Muhammad bin Salman beberapa bulan lalu. Visi 2030 diwujudkan demi membuat negara yang kerap dipandang kaku ini lebih terbuka secara sosial dan budaya, juga demi mengurangi ketergantungan Saudi kepada minyak.

Meski demikian, kompetisi yang didukung dan dihadiri sejumlah tokoh agama Saudi ini memicu kecaman keras aktivis dan netizen negara tersebut.

Sebagian netizen berpendapat, investasi di bidang pendidikan jauh lebih baik daripada penyelenggaraan kompetisi ini. Mereka mempublikasikan foto-foto ruang ujian dan ruang kompetisi kartu ini sebagai perbandingan.

Menurut laporan Eram News, seorang mubalig Saudi bernama Adil bin Salim bin Said al-Kalbani juga hadir dalam kompetisi tersebut. Al-Kalbani adalah imam salat Tarawih di Masjidil Haram sejak 10 tahun terakhir.

Sebelum ini, Abdul Aziz bin Baz, mufti agung Saudi (sejak 1992-1999), menyebut permainan kartu sebagai perbuatan mungkar. Dia menilainya sebagai bentuk hura-hura yang menyebabkan pelakunya meninggalkan atau menunda salat. Bin Baz mengatakan, mudarat permainan kartu lebih banyak dari maslahatnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*