KualaLumpur,LiputanIslam.com-Ketua Menteri Negara Bagian Melaka, Idris Haron, mengumumkan, para mubalig asing dilarang berceramah tentang Islam di negara bagian ini.

Menurut Haron, ceramah-ceramah keagamaan para mubalig dari luar negeri bisa mendatangkan dampak negatif.

Situs Free Malaysia Today melaporkan, Haron telah menyusun aturan yang lebih ketat terkait kedatangan para mubalig asing ke Malaysia. “Kami bermaksud mencegah penyebaran isu-isu negatif,”ujarnya.

Ketua Menteri Negara Bagian Melaka ini menyatakan, di tahun 2015 sebanyak 157 mubalig dari Indonesia, Libya, Pakistan, Suriah, Thailand, Yaman, Mesir, Lebanon, Singapura, India, Irak, dan Yordania telah berceramah di Melaka.

Haron mengatakan,”Para mubalig lokal lebih memahami sensitifitas keagamaan dan kebudayaan Malaysia. Sedangkan para mubalig asing tidak memahami hal ini. Sebab itu, mungkin saja ceramah mereka bisa menebar kebencian, memprovokasi audiens, atau mengeruhkan hubungan antaretnis di Malaysia.”

Pada April tahun lalu, Zakir Naik, pemimpin kelompok Salafi India, dilarang berceramah di Melaka.

Malaysia adalah negara multietnis. Kendati ada sejumlah sisi positif dari keragaman etnis ini, namun benturan budaya antaretnis ini kadang menimbulkan ketegangan di tengah penduduk Malaysia.

Dari 30 juta penduduk Malaysia, 61 persen adalah Muslim, 20 persen Budha, 9 persen Kristen, 7 persen Hindu, dan sisanya adalah penganut berbagai aliran dan kepercayaan. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL