Moskow,LiputanIslam.com-Dilansir dari Financial Times, kementerian luar negeri Rusia mengecam sanksi-sanksi baru AS atas perusahaan dan organisasi Iran serta Rusia. Menurut Moskow, pemberlakuan sanksi-sanksi ini adalah merupakan bentuk dukungan AS terhadap terorisme.

Kementerian Keuangan AS pada Selasa (20/11) melontarkan sejumlah klaim yang belum terbukti terkait Rusia dan Iran. Mereka menyatakan, AS telah mencantumkan 3 korporasi dan 6 individu dalam daftar sanksi, lantaran dituduh telah bekerjasama untuk mendistribusikan minyak Iran ke Suriah.

AS mengklaim, target sanksi Washington ini adalah anggota jaringan internasional yang bekerjasama dengan Iran dan korporasi Rusia untuk “menyediakan jutaan barel minyak bagi pemerintah Suriah.”

Tanpa menyodorkan bukti-bukti, Washington mengklaim, pemerintah Suriah ‘membayar’ minyak-minyak Iran itu dengan ratusan juta dolar untuk diberikan kepada Hamas dan Hizbullah.

“Upaya untuk mengkriminalisasi bantuan minyak kepada Suriah, yang tentaranya memerangi terorisme selama 8 tahun, adalah bentuk dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris,”sebut kemenlu Rusia dalam statemennya.

“Menghalangi pemberian bantuan minyak pada hakikatnya adalah menghalangi upaya menghidupkan sebuah negara yang dilanda perang; negara yang rakyatnya telantar dan tidak memiliki listrik serta alat penghangat ruangan. Apakah ini yang dikehendaki AS?” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*