Yerussalem,LiputanIslam.com—Kepala Staf Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan pada Kamis (7/12) di Brussel bahwa keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel memiliki potensi dampak yang sangat mengkhawatirkan.

“Keputusan itu dapat membawa kita mundur ke masa yang lebih gelap dari apa yang sedang kita jalani,” ucap diplomat asal Italia itu.

Pada Rabu (6/12), Presiden AS Donald Trump menyampaikan secara resmi pengakuannya atas Yerussalem sebagai Ibu Kota baru untuk Israel. Keputusan ini pun mendapatkan respon yang keras dari berbagai belahan dunia. “Saya telah menyatakan keberatan saya atas keputusan ini,” ucap Mogherini. Ia mengatakan bahwa sikap ini juga didukung oleh semua Menteri Luar Negeri dari 28 negara anggota Uni Eropa.

“Kami yakin bahwa solusi yang real atas konflik Israel-Palestina adalah dengan cara menjadikan Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dan Palestina,” tambah Mogherini. Ia pun mengaku telah menyampaikan keberatannya kepada Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, dalam kunjungannya ke Brussel.

Petinggi diplomat Uni Eropa itu juga telah memperingatkan bahwa hal buruk akan terjadi akibat ketegangan di wilayah Palestina-Israel yang dipicu oleh pengakuan Trump tersebut.

Angela Merkel mengatakan pada Kamis bahwa pemerintah Jerman tidak setuju dengan keputusan yang dibuat Trump. (fd/politico.eu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*