Mosul,LiputanIslam.com—Setelah sembilan bulan dilanda perang, kini beberapa pengusaha di Mosul mulai membangun kembali aset mereka tanpa menunggu datangnya bantuan dana dari pemerintah Irak atau pun komunitas internasional.

Adel Mahmoud, salah seorang pengusaha di kota ini mengatakan pada Minggu (6/8) bahwa kini dia kembali membangun tokonya dengan biaya sendiri, sembari menyampaikan keluhan atas minimnya bantuan yang diberikan.

“Kami meminta pertanggungjawaban pemerintah pusat dan komunitas internasional karena mereka tidak menyediakan bantuan untuk membangun kembali kota yang dihuni lebih dari 4 juta orang ini,” ucap Mahmoud.

Warga Mosul lainnya juga turut membersihkan puing-puing yang berserakan di jalan-jalan dan memperbaiki infrastruktur penting seperti saluran listrik dan sistem pembuangan limbah yang ada di kota ini. Hingga saat ini, ratusan orang telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Kurangnya pelayanan telah menjadi penyebab sebagian besar warga kota Mosul enggan untuk kembali ke rumah mereka. Kathem Hussein, pemilik restoran darurat yang melayani penduduk setempat, mengatakan bahwa kehidupan di kota ini telah kembali normal dan ia menghimbau agar semua penduduk kota ini kembali menempati kediaman mereka.

Sebelum dilanda perang, Mosul merupakan kota terbesar kedua di Irak. Mosul terkenal sebagai keragaman, keagamaan, dan nasionalismenya. Setelah pasukan AS menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein pada 2003, kota ini pun menjadi basis utama gerakan al-Qaeda dan pemberontakan kelompok Sunni. Setelah itu, kota ini pun sempat dideklarasikan sebagai wilayah kekhalifahan ISIS selama tiga tahun. (fd/NRT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL