Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Tehran,LiputanIslam.com—Akhirnya, Presiden Amerika, Donald Trump memutuskan untuk keluar dari perjanjian JCPOA pada Selasa kemarin (8/5). Menyikapi hal ini, Presiden Hassan Rouhani, menyatakan bahwa Iran bersama dengan beberapa negara lain yang menyetujui perjanjian ini seperti Jerman, Inggris, Rusia, Cina, dan Prancis, akan tetap berpegang teguh pada perjanjian yang telah ditandatangani bersama.

“Meski tanpa Amerika, Iran akan tetap teguh memegang pernjanjian JCPOA,” ucapnya.

Presiden Rouhiani mengatakan bahwa keputusan Trump untuk melanggar perjanjian internasional adalah fenomena yang sering terjadi dalam sejarah Amerika.

Sambil mengabaikan sikap “barbar” Donald Trump, Presiden Rouhani justru memerintahkan Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) untuk mempersiapkan pengayaan nuklir sampai pada level industry.

“Saya telah memerintahkan AEOI untuk mempersiapkan pengayaan nuklir sampai pada lebel industry semaksimal mungkin,” tambahnya.

Baginya, keputusan Trump ini adalah awal perang psikologi yang sengaja dilakukan terhadap Iran. Tetapi, Presiden Rouhani yakin bahwa Iran tidak akan terpengaruh pada serangan psikologis tersebut.

Setelah keputusan Trump untuk keluar dari JCPOA, Presiden Rouhani berencana untuk melakukan negosiasi dengan beberapa negara Eropa, Rusia, dan Cina dalam beberapa Minggu ke depan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*