Mosul,LiputanIslam.com-Mungkin awalnya terdengar tak masuk akal, namun para teroris ISIS yang dahulu berada di Mosul, masih mencabut nyawa warga setempat meski mereka sudah binasa.

Ahmad al-Zaidi, seorang warga Mosul, mengungkap sebuah fakta pedih terkait masalah ini. Menurutnya, lama setelah ISIS dihancurkan, kelompok ini masih menjadi momok bagi warga Mosul. Menurut laporan al-Arabiyah, jasad-jasad membusuk para teroris yang tertimbun reruntuhan di sejumlah pemukiman, telah menyebarkan berbagai penyakit mematikan di tengah warga.

Salah satu penyakit mematikan ini adalah kolera. Perlu diingat bahwa tikus dan serangga, yang berhubungan dengan air dan jasad-jasad itu, kian memparah keadaan.

“Dua tahun setelah runtuhnya kekuasaan ISIS di kota kami, banyak pemukiman di Mosul yang belum direkonstruksi. Rumah-rumah itu masih berbengkalai. Dengan kata lain, dari 13 ribu rumah di sektor lama Mosul, hanya 600 keluarga yang kembali ke sana,”kata al-Zaidi.

Penyakit lain yang juga menyebar dari jasad-jasad teroris adalah penyakit kudis. Dengan nada pahit, al-Zaidi mengatakan, semestinya para pembuat film horor datang ke Mosul, sebab semua tempat dipenuhi bangkai-bangkai teroris ISIS.

Shirawan al-Dubardani (anggota parlemen Irak) juga membenarkan adanya 410 warga yang menderita kudis di Naineveh. Ia mengatakan, 44 dari mereka berada di sektor lama Mosul.

Al-Dubardani meminta agar pemerintah pusat segera mengirim obat-obat khusus untuk mengatasi penyakit yang disebarkan jasad-jasad teroris ISIS ini. Menurut Hassam Khalil (kepala pertahanan nonmiliter Mosul), hingga kini sebanyak 2600 jasad telah dikeluarkan dari bawah reruntuhan dan dibawa ke daerah-daerah tertentu.

Khalil menjelaskan, pada tahun 2017 dan 2018, bau busuk yang menguar dari jasad-jasad teroris di barat Mosul nyaris tak tertahankan. Namun kini keadaan lebih baik daripada dahulu. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*