Gaza,LiputanIslam.com—Pada umumnya, aparat keamanan baru akan mengeluarkan ancaman berupa gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran ketika suasana demonstrasi sudah tidak stabil dan posisi mereka sebagai petugas keamanan sudah mulai terancam. Lain halnya dengan Israel, militer negara ini tidak segan untuk menembakkan peluru karet ke arah demonstran meski sedang tidak dalam kondisi terancam. Hal ini terjadi di Jalur Gaza, yaitu antara militer keamanan Israel dan demonstran Palestina.

Media al-Hayat al-Jadida melaporkan pada Jum’at (2/2) bahwa militer Israel telah menembaki para demonstran dengan peluru karet. Para anggota militer itu berada di atas tower dan menghujani para demonstran rakyat Palestina dengan peluru karet. Akhir bulan Desember lalu tercatat delapan demonstran meninggal dunia dan 322 lainnya mengalami luka-luka.

Milter Israel telah melakukan serangan fatal secara berkala ke arah rakyat Palestina yang sedang melakukan demonstrasi. Mereka menuduh para demonstran akan melakukan serangan ke arah pasukan keamanan.

Berbagai komunitas HAM telah berulang kali mengkritisi sikap rezim Tel Aviv yang menembak mati sejumlah besar rakyat Palestina, meski mereka sedang tidak dalam posisi membahayakan dan mengancam keselamat warga Israel.

Berdasarkan atas laporan yang ada, aksi demonstrasi mengalami peningkatan yang tajam pasca Presiden Trump, mengumumkan pengakuannya bahwa Yerussalem adalah Ibu Kota untuk Israel, bukan Palestina. Akibat sikap Trump ini, Israel pun mulai berani untuk melanjutkan ekspansinya ke wilayah-wilayah Palestina dan mulai membangun pemukiman di daerah-daerah yang berhasil mereka kuasai. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*