Mafraq,LiputanIslam.com—Sekitar 80.000 pengungsi Suriah yang tinggal di Kamp Zaatari, Yordania Utara, sedang sibuk melakukan persiapan guna menyambut datangnya Idul Adha. Peringatan menyambut Idul Adha yang rutin dilakukan setiap tahun ini tetap berlangsung meski mereka sedang dalam keadaan sulit.

Sebagian besar pengungsi datang ke kamp penampungan sejak krisis dimulai pada 2011. Meski masih bergantung pada bantuan masyarakat internasional, mereka tetap bisa merasakan bahagianya Hari Raya Idul Adha.

“Saat Idul Adha tiba, warga Suriah biasa membeli makanan lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Sebab, di hari itu mereka akan melayani para tamu dengan aneka makanan. Setiap orang, tak perduli kaya atau miskin, biasanya selalu menyediakan makanan untuk para tamu di rumah masing-masing. Karena itu, saya harus menyediakan banyak makanan sebelum Idul Adha tiba,” ucap Mohammad Smadi, penjual makanan di kamp Zaatari.

Tak hanya itu, seorang penjual pakaian, Abdulghani Nsirat Julnar, telah menambah stok pakaian baru di tokonya. Sebab, umat Muslim Suriah selalu membeli pakaian baru untuk Idul Adha, setidaknya untuk anak-anak mereka.

“Banyak orang datang ke toko untuk membali pakaian sebelum atau pun saat hari Idul Adha tiba. Karena itu, saya menambah stok pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak. Memakai pakaian baru saat Idul Adha memiliki arti tersendiri bagi warga Suriah,” ucapnya.

“Sayangnya, mereka merayakan Idul Adha tidak di kampung halaman sendiri. Tentu saja mereka berharap untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga, baik itu di kamp atau di luar kamp. Konflik yang melanda Suriah, menyebabkan banyak warga Suriah yang tidak bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga,” ucap Marwa Hashim, seorang petugas di Kamp Zaatari. (fd/NRT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL