flag-pins-egypt-palestineKairo, LiputanIslam.com — Seorang pejabat Mesir atas mengatakan pada hari Sabtu (7/6) bahwa Mesir bersedia untuk membuka secara permanen perbatasan Rafah, dengan pengawasan  oleh pemerintah persatuan nasional. Dia juga  mengatakan bahwa Mesir akan meminta Presiden Mahmoud Abbas membuka kembali markas presiden di Jalur Gaza.

Menurut pejabat yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, kepada Ma’an News Agency ia mengungkapkan bahwa pemerintah Mesir telah menyambut komitmen Hamas terhadap rekonsiliasi,  dan Kairo bersedia bekerjasama dengan Hamas. Namun, pejabat itu juga menekankan bahwa Hamas harus tetap terpisah dengan Ikhwanul Muslimin dan tidak mencampuri urusan Mesir.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi sangat mendukung pemerintah persatuan nasional, dan tidak akan mencegah pembukaan Rafah secara permanen asal  otoritas Palestina bersedia mengarahkan/ mengawasi.

Pertemuan di Mesir antara Sisi dan Abbas akan mempertimbangkan “janji nyata” untuk membuka gerbang Rafah  dan mengatur kerjasama Mesir-Palestina setelah  keberhasilan rekonsiliasi [Hamas dan Fatah.]

Pintu Rafah adalah penghubung utama antara 1,7 juta penduduk Gaza dengan dunia luar, namun Mesir menutup rapat –rapat dan hanya membukanya sesekali. Sementara itu di Jalur Gaza, penduduknya menderita krisis kemanusiaan akibat blokade Israel sejak tahun 2007.

Pada bulan Maret  lalu, militer Mesir menyatakan telah menghancurkan 1.370 terowongan keluar masuk Jalur Gaza yang biasa digunakan untuk mengangkut makanan, dan kebutuhan sehari-hari. Lalu, pada tanggal 4 Maret, pengadilan Mesir memasukkan Hamas sebagai kelompok teror, memerintahkan agar Kantor  Hamas di Negara Seribu Menara itu ditutup. Apa penyebab perubahan sikap Pemerintah Mesir hari ini? (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL