Kairo,LiputanIslam.com-Pengadilan pidana Mesir pada Sabtu (29/9) mengeluarkan putusan perpanjangan masa penahanan 9 pendukung Ikhwanul Muslimin Mesir, termasuk putri Yusuf Qardhawi, hingga 45 hari ke depan.

Menurut laporan situs Youm7, sembilan orang ini akan diselidiki terkait tuduhan pemberian bantuan dana kepada terorisme.

Mereka juga dihadapkan pada tuduhan bergabung dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, menyerang lembaga negara dengan tujuan subversi, mengacaukan ketertiban umum, dan memberikan sokongan dana untuk aksi teror dengan membelikan senjata dan bahan peledak.

Aparat keamanan Mesir menangkap Ula Qardhawi dan suaminya pada Juli 2017 lalu di sebuah kawasan wisata di pesisir utara negara tersebut. Ula adalah putri Yusuf Qardhawi, ketua Himpunan Ulama Dunia Islam.

Putri dan menantu Qardhawi ditangkap atas tuduhan bergabung dengan kelompok teroris.

Media-media Mesir, mengutip dari seorang sumber keamanan, melaporkan bahwa Ula memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Mesir dan Qatar. Sebelum ini dia bekerja sebagai staf kedutaan Qatar di Kairo.

Qardhawi (90) adalah pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin. Dia menetap di Qatar sejak 1961 hingga kini dan dianggap Mesir sebagai salah satu tersangka.

Qardhawi adalah penentang keras pemerintahan Abdel Fatah el-Sisi di Mesir. Kairo menuntut agar Qardhawi dideportasi dari Qatar. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*