rafahGazaCity, LiputanIslam.com — Dua pekerja Palestina tewas setelah Mesir membanjiri terowongan yang membentang dari Jalur Gaza ke Mesir. Seperti dilansir Presstv, (14/3/2016), peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri Palestina. Pekerja tersebut bernama Mohammed Abbas dan juga Fadi Abu Dan yang berasal dari Rafah.

Pada hari Kamis minggu lalu, tujuh orang Palestina terperangkap di dalam terowongan. Ada lima orang yang berhasil dievakuasi hidup-hidup oleh tim penyelamat. Palestina menuduh bahwa Mesir sengaja membanjiri terowongan yang digunakan sebagai jalur perdagangan tersebut dengan air laut.

Gaza telah diblokade oleh rezim Zionis Israel sejak Juni 2007, yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Gaza, seperti penurunan standar hidup, meningkatnya pengangguran, dan kemiskinan yang tak kunjung berakhir. Menyaksikan tetangganya ditindas seperti ini, bukan membantu, rezim Mesir ikut-ikutan memblokade Gaza, dengan berulang kali menutup Gerbang Rafah.

Dan Israel, membantah keras fakta bahwa 1,7 juta penduduk di Gaza kehilangan hak-hak dasarnya, termasuk kebebasan untuk bergerak/ bepergian, pendidikan dan kesehatan.

Selama ini, rakyat Gaza terpaksa memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan menggunkan terowongan. Namun rezim Mesir, menghancurkan dan membanjiri terowongan dengan alasan keamanan. Operasi di bawah tanah yang menargetkan terowongan-terowongan telah meningkat sejak Presiden Abdel Fattah El Sisi menjabat sejak tahun 2014. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL