Kairo,LiputanIslam.com-Abdel Fattah el-Sisi mengakui kerjasama tentara Mesir dengan Rezim Zionis dalam memerangi kelompok teroris di Sinai.

“Ya, benar. Kami memiliki kerjasama luas dengan Israel,”jawab presiden Mesir dalam wawancara dengan stasiun televisi asal AS, CBS.

Menurut laporan CBS, sekitar seribu teroris yang berafiliasi kepada ISIS melakukan akvitas mereka di Sinai. Mesir memberi izin kepada Israel untuk melancarkan serangan udara ke kawasan tersebut.

Sejak empat tahun terakhir, tentara Mesir melancarkan operasi militer di Sina. Tujuannya adalah memerangi kelompok-kelompok teroris, termasuk Wilayat Sinai, yang menyatakan baiat untuk ISIS pada 2014 lalu.

Dalam wawancara tersebut, el-Sisi berkelit saat ditanya tentang terbunuhnya seribu orang saat tentara Mesir menyerang para pendukung Mursi di lapangan Rabiah al-Adawiyah dan al-Nahdhah.

“Ribuan orang bersenjata bergerombol di lapangan ini selama lebih dari 40 hari. Kami menggunakan cara-cara damai untuk membubarkan kerumunan mereka,”ujarnya.

Pada 14 Agustus 2013, tentara dan polisi Mesir menyerbu para pendukung Mursi di kedua lapangan tersebut. Serbuan itu berujung pada tewasnya 632 orang, termasuk 8 polisi.

El-Sisi juga mengaku tidak tahu menahu soal laporan tentang penahanan 60 ribu tahanan politik di Mesir.

“Entah dari mana mereka mendapatkan data ini. Tidak ada tahanan politik di Mesir. Hanya ada segelintir orang yang berusaha memaksakan paham radikal kepada orang-orang lain. Tanpa melihat jumlah mereka, kami harus ikut campur,”kata el-Sisi.

CBS melaporkan, dubes Mesir di Washington sempat meminta agar stasiun televisi ini tidak menyiarkan wawancara el-Sisi. Namun setelah sejumlah pembicaraan dilakukan, teks lengkap wawancara ini akan dipublikasikan pada hari Minggu (6/1) lusa. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*