Sibui,LiputanIslam.com-Dilansir oleh Reuters, Kanselir Agung Jerman menyatakan, Uni Eropa (UE) berniat untuk mencegah terjadinya ketegangan akibat program nuklir Iran.

“Lebih menguntungkan bagi Iran untuk bertahan di JCPOA,”kata Angela Merkel, di sela-sela pertemuan pemimpin UE di Sibiu, Rumania.

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada Rabu (8/5) dalam statemennya menegaskan, Teheran akan mengurangi komitmennya terkait JCPOA. Langkah ini diambil “dalam rangka menjaga keamanan dan kepentingan nasional rakyat Iran.”

Statemen ini dirilis setahun sejak keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA. Negara-negara yang masih bertahan dalam kesepakatan ini diberi tenggat waktu 60 hari untuk melaksanakan komitmen mereka terkait JCPOA, khususnya di sektor perbankan dan perminyakan.

Iran mengancam, jika dalam tenggat waktu ini komitmen negara-negara itu tidak dilaksanakan, maka Teheran akan mengurangi komitmen-komitmen lainnya secara bertahap.

UE pada hari Kamis (9/5) menolak tenggat waktu dari Iran. UE menegaskan, Iran dihimbau untuk menahan diri dari tindakan-tindakan yang bisa memperburuk masalah.

UE berjanji akan menjamin kepentingan ekonomi Iran, menyusul keluarnya AS dari JCPOA. Meski secara verbal dan politis, UE menentang keluarnya AS dari kesepakatan nuklir, hingga kini organisasi ini belum melakukan tindakan konkret untuk menunaikan janjinya.

Selain itu, kendati berselisih dengan AS soal JCPOA, UE mendukung Washington terkait klaim-klaimnya tentang aktivitas rudal dan regional Iran. (af/alalam/fars)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*