Iran,LiputanIslam.com—Menteri Pertahanan Iran mengatakan bahwa Arab Saudi, yang memiliki sejarah bekerja sama dengan rezim lain untuk melawan Teheran, kini telah menjadi sangat menyedihkan karena bersekutu dengan Israel untuk melawan Republik Islam.

Brigadir Jenderal Hossein Dehqan menyampaikan ucapan tersebut dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara penuh oleh stasiun TV berbahasa Arab, Al-Manar, pada Senin (9/05).

Brigadir Jenderal Dehqan mengatakan bahwa selama lebih dari 38 tahun, sejak berdirinya Republik Islam, Arab Saudi telah keluar dari relnya untuk mencampuri urusan regional sebagai bentuk penentangan terhadap Iran.

Ia mengatakan bahwa Riyadh telah membuang banyak dana untuk mendukung rezim mantan pemerintah Irak dan negara-negara teluk Persia untuk melawan Iran dalam perang delapan tahun antara Irak dan Iran pada 1980-an. Ia juga merujuk pada intervensi Saudi atas situasi politik di Lebanon dan mengatakan bahwa penguasa Saudi menawarkan dukungan finansial dan politik yang besar kepada kelompok-kelompok yang mereka inginkan untuk meraih kekuasaan di Lebanon. Bahkan, Saudi juga menawarkan senjata untuk kelompok tersebut.

“Karena itu, silahkan lihat apa yang telah mereka lakukan di Irak dan Suriah, dan yang sedang mereka lakukan di Yaman,” ucap Dehqan.

Arab Saudi telah dikenal sebagai sponsor utama kelompok ekstremis Wahabi yang banyak menimbulkan malapetaka di wilayah ini dan sekitarnya. Bahkan, Saudi telah memimpin kelompok negara bagian untuk memerangi negara Yaman yang miskin, sejak Maret 2015.

“Hari ini, kita melihat bahwa Arab Saudi telah menjadi sangat menyedihkan, karena telah membuka dirinya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan menghasut rezim Israel untuk memerangi kita,” kata menteri pertahanan Iran tersebut.

Selasa kemarin, Menteri Pertahanan Saudi, Mohammed bin Salman mengklaim dalam sebuah interview televisi bahwa Saudi Arabia akan memerangi apa yang ia sebut sebagai upaya orang-orang Iran untuk memperluas pengaruhnya di wilayah ini.

“Kami memprioritaskan target kami atas rezim Iran,” ucap Mohammed.

Ia juga menuduh Iran berusaha untuk mengambil alih tempat-tempat suci Islam yang berada di Arab Saudi. “Kami tidak akan menunggu pertempuran terjadi di Arab Saudi. Malahan, kami akan bekerja agar pertempuran tersebut terjadi di Iran,” kata Mohammed dalam komentarnya yang kontroversial tersebut.

Menteri Pertahanan Iran, dalam wawancara bersama stasiun TV berbahasa Arab, Al-Manar, menanggapi tuduhan tersebut dengan penolakan bahwa Iran tidak akan mengambil alih tempat-tempat suci Islam yang telah disebutkan Mohammed tersebut.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menduduki negara-negara Arab dan Muslim,” tegas Brigadir Jenderal Dehqan. (fd/Prestv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL