AbuDhabi,LiputanIslam.com-Menteri penasihat pemerintah UEA untuk urusan luar negeri menyatakan, harus ada “perubahan strategis” dalam hubungan Arab-Israel. Anwar Gargash mengklaim, kebijakan negara-negara Arab selama beberapa dekade dalam mengembargo Israel adalah sebuah kekeliruan.

“Jauh sebelum ini, ketika Arab memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel, itu adalah sebuah keputusan yang sangat keliru. Jelas bahwa Anda harus membedakan antara sebuah isu politik dan menjaga jalur hubungan tetap terbuka,”ujar Gargash dalam wawancara dengan harian UEA, The National.

Dia memprediksi, kontak Arab-Israel akan terus meningkat, yang akan mencakup transaksi bilateral dan kunjungan para politisi atau atlet olahraga.

Gargash meminta sebuah “perubahan strategis” dalam hubungan Arab-Israel. Dia berpendapat, hal ini vital untuk “melancarkan proses perdamaian antara Palestina dan Israel.”

“Dengan tidaknya adanya sebuah kesepakatan damai, solusi ‘Dua Negara’ tak akan bisa diwujudkan dalam satu atau dua dekade. Dalam situasi ini, sebuah negara ‘bersatu’, yang di dalamnya ada kesetaraan hak antara Yahudi dan Arab, hanya menjadi sebuah kemungkinan belaka,”ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rezim Zionis dengan sejumlah negara Arab di sekitar Teluk (Persia) terus membaik. Buktinya adalah lawatan sejumlah pejabat Israel ke negara-negara tersebut.

Pada Oktober tahun lalu, Benyamin Netanyahu mendapat sambutan hangat dari Qabus bin Said, sultan Oman, saat melawat ke negara itu.

Di bulan yang sama, menteri olahraga dan budaya Israel melawat ke UEA untuk menyaksikan kompetisi judo. Dalam kompetisi tersebut, seorang atlet Israel untuk pertama kalinya tampil di Semenanjung Arab dan meraih medali emas di kelas 81 kg. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*