Doha,LiputanIslam.com—Menteri Keuangan Qatar, Ali Shareef Al-Emadi, memperingatkan bahwa Doha tidak akan menjadi satu-satunya pihak yang dirugikan oleh konflik yang sedang terjadi antara negara kaya minyak tersebut dengan negara di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa negaranya telah mempersiapkan diri dari potensi guncangan ekonomi yang mungkin akan terjadi.

“Banyak orang mengira kamilah satu-satunya pihak yang akan dirugikan karena hal ini… Jika kami kehilangan satu dolar, maka mereka pun akan kehilangan satu dolar,” ucapnya Al-Emadi, pada Senin (12/6).

Al-Emadi menyampaikan kepada CNBC dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa dirinya sangat menyayangkan keretakan politik yang terjadi belakangan ini. Sebab, hal ini hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi umat manusia. “Banyak keluarga yang hidup di negara-negara ini merasa terganggu.”

Saudi Arabia, Bahrain, UEA, dan Mesir merupakan negara-negara Arab yang memutuskan hubungan mereka dengan Doha Minggu lalu, sembari menuduh negara tersebut telah memberikan dukungannya terhadap terorisme. Sikap yang diberikan oleh beberapa negara Arab yang melakukan boikot terhadap Qatar itu tak lepas dari anjuran pemerintah AS, Donald Trump, yang mendesak para pemimpin Muslim untuk mengambil sikap yang kuat melawan ekstremisme.

Keempat negara tersebut menyatakan bahwa mereka akan menutup hubungan transportasi darat, laut, dan udara dengan Qatar. Sementara Riyadh, baru-baru ini menutup perbatasan daratnya dengan Qatar.

Sebelumnya, Qatar memang bergantung para negara-negara tetangganya di wilayah teluk untuk mendapatkan makanan agar mampu menghidupi 2,5 juta penduduknya. Akibat embargo tersebut, dilaporkan bahwa sempat terjadi kepanikan di beberapa supermarket di Qatar karena adanya kekhawatiran kurangnya bahan-bahan makanan selama bulan suci Ramadhan.

Namun Al-Emadi menolak kekhawatiran tersebut dan mengatakan bahwa Doha telah mengimpor makanan dan berbagai kebutuhan lainnya dari tempat-tempat sejauh Brazil dan Australia. Bahkan rencana impor ini akan dilanjutkan ke beberapa wilayah lainnya seperti Timur Jauh atau pun Eropa. Doha akan memastikan bahwa negaranya memiliki cukup banyak mitra untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami akan memastikan bahwa kami sudah lebih siap daripada sebelumnya.”

Menteri sekaligus Presiden Dewan Eksekutif Qatar Airways itu dengan lantang menyatakan bahwa negaranya tidak merasa khawatir akan hancurnya pasar keuangan di negara tersebut.(fd/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL