TelAviv,LiputanIslam.com-Menteri intelijen dan transportasi Israel menyatakan, serangan verbal Recep Tayyib Erdogan kepada Rezim Zionis tidak memengaruhi transaksi dagang antara kedua belah pihak. Bahkan dia mengklaim transaksi ini justru meningkat.

Hal ini disampaikan Yisrael Katz dalam wawancara dengan majalah Elaph, Rabu (13/12). Dalam wawancara yang teksnya juga dimuat oleh harian Ibrani, Maariv, tersebut, dia berkata,”Erdogan sangat sering melakukan serangan (verbal) kepada kami, dan kami mengetahuinya. Tentu ini tidak berarti bahwa kami tidak memberi tanggapan sama sekali.”

Meski demikian, menurut Katz, kritikan Erdogan terhadap Israel tidak menghalanginya berbisnis dengan Tel Aviv. Katz berkata, nilai perdagangan Israel-Turki sama dengan 25 persen nilai perdagangan Turki dengan negara-negara Teluk Persia.

“Kami tetap berhubungan baik dengan Erdogan kendati dia kerap menghujat kami. Kami tahu dia menganggap dirinya pemimpin Ikhwanul Muslimin di dunia dan berusaha untuk memimpin Dunia Islam. Perdagangan besar kami dengan Turki tidak terpengaruh oleh sikap Erdogan, bahkan nilainya kian meningkat,”ujar Katz.

Menteri Rezim Zionis ini mengaku, perusahaan maskapai Turki adalah perusahaan transportasi udara terbesar dari dan ke Israel. Dia mengatakan, volume perdagangan dan distribusi barang dari Haifa justru lebih banyak dibanding sebelum terjadinya kasus kapal Marmara. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL